Impacts of Digitalization to Economic Agents’ Behavior

BI Institute • Modul II

Dari waktu ke waktu, jumlah dan proporsi konsumen yang memiliki akses internet menunjukkan trend yang semakin meningkat. Di Asia Tenggara, misalnya menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company (2020), pengguna internet meningkat dari 360 juta pada 2015 menjadi 360 juta pada 2019 dan kemudian meningkat lagi menjadi 400 juta pada 2020. Dengan demikian, pada 2020 sekitar 70% dari populasi di Asia Tenggara telah terkoneksi dengan internet. Sementara itu di Indonesia pada 2020 diperkirakan terdapat sekitar 271 pengguna internet, di mana sekitar 25 juta di antaranya adalah pengguna internet baru. Dengan demikian pengguna internet di Indonesia meningkat sekitar 8,9% dibandingkan 2019.  Peningkatan pengguna internet antara lain dipengaruhi pembatasan akibat pandemi Covid-19 yang membuat interaksi masyarakat secara langsung mengalami penurunan pesat, baik interaksi dalam rangka pekerjaan, pendidikan maupun interaksi sosial lainnya.

Akses internet merupakan fasilitator kunci bagi perkembangan e-commerce dan terdapat hubungan positif yang kuat antara penggunaan internet dalam suatu negara dan pangsa konsumen yang berbelanja barang dan jasa secara daring. Pada tahun 2019, nilai kapitalisasi pasar e-commerce di indonesia mencapai USD 21 miliar atau sekitar Rp 294 triliun. Berdasarkan laporan McKinsey, industri e-commerce di indonesia diprediksi akan mencapai nilai USD 40 miliar pada tahun 2022. 

E-commerce selain memfasilitasi transaksi barang dan jasa juga memberikan akses kepada konten dan jasa digital (barang tak-berwujud). Area ini seringkali tumpang tindih, misalnya dalam kasus buku/majalah dan konten literasi, CD dan konten musik, DVD dan konten sinematografi, perangkat lunak daring dan games.

Akses terhadap konten dan jasa digital menciptakan berbagai manfaat karena biaya marjinal distribusi yang rendah, akses yang cepat dan tak terbatas dan mengurangi biaya lingkungan. Pembukaan akses terhadap informasi dan konten juga dapat mendorong kreativitas dan inovasi. 

Internet telah mendorong kemunculan “prosumer’, yakni individu yang selain berperan sebagai konsumen juga berperan sebagai produsen. Dibandingkan dengan pasar luring, lingkungan digital lebih interaktif sehingga memungkinkan orang untuk tidak hanya mengakses konten, jasa dan barang untuk dikonsumsi, namun juga mengkases pasar sebagai pembuat atau penjual konten, produk dan jasa melaui berbagai saluran digital, misalnya Youtube, eBay, Tik Tok atau intermediari lainnya.

Dokumen

Silahkan login terlebih dahulu untuk melihat dokumen

Galeri

 

Komentar

Belum ada komentar

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like