DAYA SAING REGIONAL: Tinjauan Konseptual dan Studi Empirik di ASEAN dalam Rangka RCEP

BI Institute • E-Learning

Sejak memasuki tahun 2016, Indonesia memasuki era ekonomi baru dengan diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) mulai 31 Desember 2015. Dinamika ekonomi di kawasan regional ASEAN, khususnya, tentu saja akan memberi sinyal akan pentingnya Indonesia meningkatkan daya saing baik secara global maupun di kawasan ASEAN. Terlebih lagi tanggal 15 November 2020 telah ditandatangani Kemitraan
Ekonomi Komprehensif Regional ( Regional Comprehensive Economic Partneship = RCEP) oleh 10 negara negara Asean (Singapura, Brunei Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Kamboja dan Myanmar) dan 5 negara negara mitra (China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru).

Ini semua tentu menjadi peluang atau kesempatan dan sekaligus tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Untuk itu kita perlu mempelajari dan mengetahui posisi daya saing Indonesia baik di tingkat global maupun di kawasan ASEAN (Kompas, 17 November 2020).

Namun demikian, kita tidak cukup hanya mengetahui keunggulan dan kemampuan daya saing kita, tetapi yang juga penting kemungkinan kerjasama/kemitraan dan koordinasi kebijakan dalam ekonomi internasional ( Krugman et al, 2018, Part 2).

Bahan ceramah ini akan membicarakan sekilas aliran ekonomika yang baku dan tidak baku yang biasanya mempengaruhi dasar pemikiran mengenai efisiensi dan keunggulan dalam daya saing dan kerjasama internasional. Di sisi lain, aliran yang tidak baku juga memberi warna tersendiri dan penting dalam kaitannya dengan isu berkenaan. Terakhir akan dibahas mengenai indeks daya saing di negara negara yang menyepakati adanya RCEP dan prospeknya.

link rekaman : https://www.spektro-bi.org/vision/21

Dokumen

Silahkan login terlebih dahulu untuk melihat dokumen

Galeri

 

Komentar

Belum ada komentar

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirim komentar dan like