BI Institute • Modul II
Saat ini kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mendorong perubahan mendadak atau yang kita sebut disrupsi pada berbagai aspek kehidupan manusia. Interaksi sosial melalui internet dan media sosial menghasilkan data dalam jumlah yang masif dan format yang variatif. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna internet aktif terbesar di dunia [1], berdampak pada aspek ketersediaan data yang relatif mudah didapat. Hal ini dapat menjadi keunggulan yang nyata, jika kita mampu mengkonversi Big Data tersebut menjadi pengetahuan yang berguna.
Selain ketersediaan data dalam jumlah besar sebagai penanda kemajuan TIK, metodologi pengolahan data pun juga mengalami kemajuan yang sangat pesat, dan juga harga perangkat komputer yang semakin murah. Hal ini membuat proses ekstraksi pengetahuan atau yang kita sebut sebagai Data Analytics menjadi lebih mudah diakses oleh khalayak umum untuk keperluan bisnis, akademis, dan keperluan lainnya. Industry 4.0, suatu istilah yang menggambarkan fenomena bagaimana kemajuan TIK berdampak pada industri dan ekonomi secara luas. Peran utama teknologi TIK pada Industry 4.0 adalah pada proses otomasi, sistem cyber-physics, dan proses cerdas yang melibatkan teknologi sensor atau Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.
Industry 4.0 menggambarkan industri yang efektif dan efisien dibandingkan teknologi periode sebelumnya. Bahan bakar utama dari Industry 4.0 adalah ketersediaan data dan kemampuan melakukan proses analitik supaya dapat membuat keputusan cerdas, seperti prediksi, optimasi, simulasi, dan lain sebagainya. Society 5.0 [2] didefinisikan sebagai konsep kemasyarakatan yang memberikan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan solusi atas masalah masalah sosial.
Melengkapi Industry 4.0, Society 5.0 menggambarkan bagaimana TIK bisa menunjang taraf kehidupan manusia yang lebih baik. Mirip dengan Industry 4.0 yang difokuskan untuk mencerdaskan mesin ekonomi, Society 5.0 menambahkan bagaimana mencerdaskan proses pengambilan keputusan, sehingga bisa membantu menyelesaikan berbagai masalah masyarakat modern yang cenderung semakin kompleks. Contoh beberapa masalah kemasyarakatan adalah seperti mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, pemerataan pendidikan, pemerataan kesempatan berwirausaha, dan juga layanan kesehatan yang akurat. Beberapa domain implementasinyapun terbentang mulai dari domain bisnis – ekonomi, kesejahteraan sosial, pemerintahan, politik, pertahanan dan keamanan, pertanian dan perikanan, dan lain lain. Beberapa teknologi yang dianggap menjadi teknologi inti untuk mendukung Society 5.0 adalah teknologi Big Data, Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial, dan Blockchain.
Belum ada komentar